Puisi

"Seandainya'' 

seandainya.. .
waktu dapat ku putar kembali
mungkin akan lebih baik jika aku tak mengenal mu
karena mengenal mu membuat ku mencintaimu dengan tulus

mungkin...
akan lebih baik jika aku tak mencintai mu
karena mencintai mu membuat ku terluka

mungkin...
akan lebih baik jika cinta ini tak pernah ada
karena cinta ku pada mu membuat ku mengerti apa arti kehilangan

ingin ku membuka pintu
memberi ruang hati untukmu
seandainya ..
engkau memberi sedikit waktu
sampai aku mengerti
bahwa kau mencintaiku
kau tahu,

jika waktu kembali….
aku ingin Tuhan menulikan telingaku
membutakan mataku
agar tak pernah tahu apa yang terjadi
hanya merasakan
jauh dilubuk hatimu
engkau menyayangiku
andai Tuhan mengijinkan aku kembali
ke masa itu…
mungkin ...
saat ini aku dapat menyapamu
memelukmu saat aku rapuh
dan merasa hangat
dibalik keras hatimu
tapi hidup tak mengenal andaikata
dan hatiku telah membatu
tak dapat memberi ruang sedikitpun untukmu
bukan inginku….tapi aku tak kuasa
maafkan aku………
Aku selalu ingin melihatmu tersenyum . .
Selalu bahagia . .


"Sahabatku"

 .
engkau selalu ada dikala aku membutuhkanmu
engkau selalu setia ,saat aku dalam kebingungan
kebingungan akan sesuatu yang hilang dalam hatiku
dikala senja telah menyapa ,dikala ruang telah gunda


kau selalu melengkapi!
melengkapi serpihan hati yang sudah sirnah di hempas angin
sahabatku...!!!!!!!!!!
terima kasih atas kesetianmu
terima kasih atas semu ilmu yang kamu berikan
ilmu yang tidak mungkin aku dapatkan ditempat manapun
sahabatku …!!!!!!!!!!!!
kau memberikan semangat yang baru dalam hidupku
engkau memberiku arti, arti dari sebuah ikatan persahabatan
bukan ikatan teman yang kosong belakang
sahabatku

aku berharap padamu,
jangan pernah tinggalkan aku
sendiri menjalani hidup dalam dunia yang fana ini

"Kebahagiaan"
Keindahan pagi menyapa Hidup
Saat mentari terasa menyegarkan
Saat udara menyejukkan batin
Saat ketenangan hadir di hati

Rasa yang tenang,bahagia seakan menyempurnakan gelora kehidupan
Melahirkan sebuah peristiwa yang tercipta dengan indah
Mendatangkan bayangan Hidup ini
Yang selalu hadir di hati
Yang melahirkan perjuangan

Kapan aku berdiri
Saat itu pula aku terjatuh
Kapan kebahagiaan hadir menjelma
Saat itu pula aku kehilangan

Tidak ada yang lebih membahagiakan
dari menulis puisi di atas kain kesadaran
dengan tinta air mata kepasrahan
dimana sepi adalah teman berbagi
dan hening adalah rumah Tuhan

Tidak ada yang lebih membahagiakan
Selain mimpi yang jadi kenyataan
hati yang selalu kaya dengan harapan
dan doa yang selalu dipanjatkan

tetapi kadang kebahagiaan adalah
keikhlasan yang begitu lapang
ketika kenyataan menjadi badai
memporakporandakan apa yang kita susun
atau menjadi pencuri
mengambil segala yang kita cinta dan kita genggam

dan kebahagiaan sejati adalah
buah kesabaran yang kita petik dari pohon pengalaman
kita mengunyahnya, menelannya, menjadikannya energi
dan tentu saja : sambil menulis puisi


By : Saefuddin Amsa

 "Andai saja"

Dikala terang menerangi jalanku
Kuterpaku melihat dirimu
Tersenyum manis menatap wajahku
Yang tertempelak kebingungan menatap dirimu

Tanganmu terbuka isyaratkan jalan
Aku pun mengikutimu ke suatu tempat
Andai saja waktu telah tepat
Kuingin tuk genggam jarimu amat erat

Kau tersenyum sepanjang ku bersamamu
Aku pun tersenyum ke arahmu
Andai saja waktu telah tepat
Kuingin tuk memelukmu oh kasih

Tibalah kami ke tempat itu
Aku pun melihatmu menangis
Tak kusangka senyumanmu hanyalah misteri
Melihatmu menangis aku pun menangis

Sepatah kata kuucapkan tuk menghiburmu
Namun, engkau terus terisak
Andai aku dapat melakukan sesuatu
Ku akan memohon Tuhan tuk hapuskan air matamu

Andai saja harapanku akan nyata
Aku akan memohon agar bisa bersamamu
Selamanya mengisi lembaran hatiku
Menuliskan setiap cinta di lembaran hatiku


By : Linda 

 "Ketegaran Hati"
Malam ini aku terbangun dari tidur lelap ku

Merenungi cinta kita yang penuh dilanda rintangan

Memikirkan rasa rindu yang mendalam

Dan akan kembali berakar di hati kecil ku


Detik-detik perpisahan kita yang telah berada di depan mata

Mengingatkan ku akan jarak dan waktu yang akan menjemput ku

Ketika ku hempaskan nafas panjang dari dalam raga ini

Ku bersyukur telah menjalani perjalanan cinta ini dengan mu


Ku tegarkan jiwa ini, ku tancapkan semangat yang membara

Kokoh tinggi bagaikan gunung rinjani,

Menerjang bersama angin bagaikan

Bagaikan ombak di Samudra Hindia dan pasifik

Ku kan selalu berjalan menjalani roda kehidupan denga cinta

Bagaikan Bumi yang mengelilingi Matahari di jagat Tata Surya

Apakah aku mampu melakukan ini semua???

Apakah engkau juga mampu melakukannya untuk ku???
 
"Rindu akan cinta"
.
Ada kata yang tak pernah mampu terusik
Tersimpan dalam hati yang sepi dengan apik
Kucium aroma rindu padamu waktu ini
Kupeluk erat sebuah janji takkan terganti
Mungkin aku tak dapat mencintaimu sempurna
Sesempurna Bintang menerangi gelapnya malam
Kuberikan rasa Berselimut indah sebuah cinta
Terajut oleh kenangan,Berpondasikan harapan kelam
Di Hamparlangit tak lagi kau temui diriku
Di Sinar bulan tak ada lagi sebuah rasa berbagi
Di Hembus Angin Tak ada lagi lagu mendendang diri
Di Sepi Hati tetap ada sebuah cinta tak kan meragu
Waktu berjalan tak sedikitpun kuragukan impian
Semua tetap penuh rela Hingga saat kau melupakan
Juga tetap kan ada cinta karena kita pernah sama bermimpi
walau kini kau pergi Tak kuanggap sebuah ingkar janji
Karena sesaat pertautan hati sempat terselip janji suci diri
Aku tidak akan memberimu sekuntum bunga
Aku tidak Akan memberimu janji setia
Aku tidak Akan mengumbar seribu bual belaka
Tapi pasti ku berikan padamu Sebuah cinta..


 "Sisa Luka"

Ada ruang kosong di hatiku,
tertutup mendung bentuk hari kelabu,
ada pancaran yang kian meredup,
di celah lubang hati yang hampir patah,
ada sisa luka yang membayang setiap langkah,
ketika hati yang terabai menangis meronta,
menunggu seuntai kata maaf dengan sorot penuh sesal,
tapi itu hanya angan segumpal hati yang teraniaya

Hati terkoyak bila isi dalam benak kembali terkuak,
kejamnya airmata memandang airmata begitu murah,
hingga tanpa segan menghujam belati di hatiyang merana
tertusuk..terluka. ..memerah darah..tersiram panasnya amarah,
terkoyak tajamnya kata...

wahai cinta, kemana larinya hati yang dulu kupuja?
masihkah hatimu memerah oleh baranya cinta?
masihkan bibirmu sunggingkan senyum bersahaja,
seperti saatjerat itu membelenggu dan memenuhi hati,
membawaku melangkah jauh dalam rel tanpa arah? 

"Kesepian" 

hari ini aku kembali merasa sunyi
sepertinya semua bunyi mati
tak ada tangis, tak ada tawa
aku kesepian ditengah hingar dunia

entah kenapa aku merasa sendiri
tak terasakan hawa, tak ada canda
aku mati hati tak terhenti
detak jantung nyaris menulikan telingaku

aku tak mendengar kalian, kawan..
dimana kalian?
aku tak melihat kalian, teman...
dimana kalian?

kesunyian ini memenuhi kepalaku
mendesakku separti gas hitam
memenuhi jantung, menyesakkan dada
dan aku terisak dalam sunyi

aku kesepian....
by : tidi




Terkadang ada saat dimana alangkah beratnya langkah kita, saat kita menyadari beban dan pahitnya ujian ini. Kita merasa lemah,bahkan menyerah sebelum kita berusaha untuk menjalaninya,sebelum kita mencoba melewatinya.

** Sungai yang diarungi dapat membuatmu kuat....
tapi sungai yang hanya kamu pandangi,
hanya akan melemahkan hati....

.Manusia seharusnya siap dengan perpisahan karena kita dipertemukan, seharusnya kita siap terluka seperti saat kita menyambut kebahagiaan.
.Manusia seharusnya belajar menahan sakit,seperti ketika kita merasakan cinta dan kasih sayang...
.Manusia seharusnya tetap bersyukur saat kesusahan seperti saat kita menemukan kebahagiaan.

Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang tidak pernah menyerah.

Belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selama-lamanya. Hiduplah seakan-akan anda akan meninggal esok hari.

Sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Sahabat terdekat anda adalah keluarga anda. Mungkin intulah mengapa bersahabat dapat meringankan beban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.

Jika anda sedang menghadapi berbagai ujian hidup, jangan kecil hati dan jangan putus asa. Proses itu memang tidak nyaman dan kadang menyakitkan, tapi setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa AgungNya Kebesaran Allah yang tlah memberikan indahnya hidup ini.

Nilai manusia tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh melainkan apa yang telah ia berikan.

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan dan lakukan tapi orang tidak akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.



Bila engkau dilanda gulana,
maka goreskan ia dihamparan pasir maya,,
agar segera sirna disapu angin safa.
Namun jika bahagia yang kau rasa,
maka pahatlah di batu karang,,
agar ia mengharu sukma” ~..~
 

No comments: